Wednesday, January 29, 2014

Hukum Bacaan



A. Hukum bacaan nun mati (نْ ) atau tanwin (  ً    ٍ    ٌ    )

Nun mati/tanwin apabila bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah hukum bacaannya ada empat macam, yaitu: Idhhar, idgham, iqlab dan ikhfa.

1. Idhar ( إظْهَارٌ )
Idhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati/tanwin (/ نْ ً    ٍ    ٌ   ) bertemu dengan salah satu huruf halqi hukum bacaannya disebut idhar.
Huruf-huruf halqi itu ada enam yaitu:      ا ح خ ع غ ھ
Contoh bacaan idhar:
No
Huruf
Nun mati (نْ)
Tanwin (ً    ٍ    ٌ   )
1
ا
مَنْ أمَنَ
رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ
2
ح
عَنْ حَرَامِكَ
نَارٌ حَامٍيَةٌ
3
خ
مَنْ خَشِيَ
ذَرَّةٍ خَبٍيْرٌ
4
ع
مِنْ عِلْمٍ
سَمٍيْعٌ عَلٍيْمٌ
5
غ
مِنْ غِلٍّ
اَجْرٌ غَيْرُ
6
ھ
مِنْ هَادٍ
جُرُفٍ هَارٍ

2. Idgham ( اِدْغَامٌ )
Idgham artinya memasukkan atau melebur. Apabila nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf dari huruf  ي ن م و ل ر maka wajib dibaca idgham, cara membacanya seolah mentasydidkan nun mati/tanwin (نْ /  ً  ٍ  ٌ  ) ke dalam huruf hidup sesudahnya. Sehingga bunyi nun mati atau tawin tidak terdengar sama sekali.
Idgham terbagi menjadi dua macam, yaitu: idgham bighunnah dan idgham bila ghunnah.

a. Idgham bighunnah ( اِدْغَامٌ بِغُنَّةٍ )
Idgham bighunnah artinya memasukkan atau melebur dengan dengung (ghunnah) yaitu bila nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf idgham bighunnah yang empat yaitu:
Hukum bacaannya wajib dibaca berdengung (bighunnah) dengan meleburkan suara nun mati/tanwin ke dalam huruf yang ada di depannya.

Contoh bacaan idgham bighunnah:
no
Huruf
Nun mati (نْ)
Tanwin ( ً  ٍ  ٌ  )
1
ي
مَنْ يَقُوْلُ
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ
2
ن
مِنْ نِعْمَةِ
حِكْمَةٍ نَافِعَةٍ
3
م
مِنْ مَسَدٍ
عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ
4
و
مِنْ وَرَاءِهِمْ
خَيْرٌ وَاَبْقَى
Ketentuan bacaan idgham bighunnah tidak berlaku lagi jika nun mati berada dalam satu kata. Hukum bacannya wajib dibaca idhar atau bunyi nun mati/tanwin dibaca jelas.
Contoh :         قِنْوَانٌ  ـ  صِنْوَانٌ  ـ  دُنْيَا  ـ  بُنْيَانٌ

b. Idgham bilaghunnah ( اِدْغَامٌ بِلاَ غُنَّةٍ)
Idgham bilaghunnah artinya memasukkan atau melebur tanpa berdengung. Apabila nun mati atau tnwin bertemu dengan salah atu huruf idgham bilaghunnah yaitu ل ـ ر
Hukum bacaannya tidak boleh berdengung tetapi wajib melebur nun mati/tanwin ke dalam huruf sesudahnya.

Contoh bacaan idgham bilaghunnah:
No
Huruf
Nun mati (نْ)
Tanwin (  ً  ٍ  ٌ     )
1
ل
مِنْ لَدُنْكَ
هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ
2
ر
مِنْ رَبِّكَ
خَيْرٌ رَازِقِيْنَ

3. Iqlab ( اقلاب )
Iqlab artinya membalik atau mengganti. Apabila nun mati/tanwin bertemu dengan huruf  ب, maka hukum bacaannya disebut iqlab. Cara membacanya adalah bunyi nun mati/ tanwin berubah menjadi bunyi mim ( مْ) Huruf iqlab hanya satu yaitu huruf ب

Contoh bacaan iqlab:
No
Huruf
Nun mati (نْ )
Tanwin (ً  ٍ  ٌ   )
1
ب
مِنْ بَعْدِهِمْ
سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ

4. Ikhfa ( اِخْفَاءٌ)
Ikhfa artinya menyamarkan/menyembunyikan bunyi nun mati atau tanwin. Maksudnya bunyi nun mati/ tanwin dibaca samar-samar antara jelas dan dengung, serta cara membacanya ditahan sejenak. Hukum bacaan disebut ikhfa apabila nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang jumlahnya ada 15 yaitu:
ت ـ ث ـ ج ـ د ـ ذ ـ ز – س ـ  ش ـ ص ـ ض ـ ط ـ ظ ـ ف ـ ق ـ ك

Contoh bacaan ikhfa:
No
Huruf
Nun mati (نْ )
Tanwin (ً  ٍ  ٌ   )
1
ت
فَمَنْ تَبِعَ
جَنّتٍ تَجْرِى
2
ث
فَمَنْ ثَقُلَتْ
شِهَابٌ ثَاقِبٌ
3
ج
اِنْ جَاءَكُمْ
خَلْقٍ جَدِيْدٍ
4
د
اَنْدَادًا
دَكًّا دَكًّا
5
ذ
مِنْ ذَهَبٍ
نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
6
ز
وَاَنْزَلْنَا
صَعِيْدًا زَلَقًا
7
س
أَلإِنْسَانُ
سَلمًا سَلمًا
8
ش
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
عَذَابٍ شَدِيْدٍ
9
ص
عَنْ صَلاَتِهِمْ
عَمَلاً صَالِحًا
10
ض
مَنْضُوْدٍ
مُسْفِرَةٌ ضَاحِكَةٌ
Hukum Mad ( مَدٌ )

Mad artinya : memanjangkan bacaan, dengan menggunakan harakat.
Rumusnya :
1 alif = 2 harkat, 2 alif = 4 harkat, 2 ½ = 5 harkat, 3 alif = 6 harkat.
Harkat = bunyi ketukan.
Hukum Mad terbagi menjadi 2, yaitu :
Mad Ashli (
ﺃﺻﻠﻰ )
Ashli artinya : asal (asal muasal, asal mula kejadian
Terbagi menjadi 1, yaitu
- Mad Thobi’i (
ﻃﺒﻴﻌﻰ )
Hurufnya ada tiga, yaitu :
وْ -ُ , يْ ِ- ,ا -َ
a. Alif mati sesudah fathah
b. Ya’ mati sesudah kasroh
c. Wau mati sesudah domah
Panjangnya : 1 alif = 2 harkat.
Cara bacanya dipanjangkan, satu alif atau dua harkat.
Contohnya :
ﻨُوْﺤِﻴْﻬَﺎ
Mad Far’i (
ﻓﺮﻋﻰ )
Far’i artinya : bagian atau cabang
Terbagi menjadi beberapa yaitu :
- Mad Wajib Muttashil (
ﻤﺗﺻلٌ واﺠبٌ )
Wajib artinya : harus, Muttashil artinya : dalam satu kata.
Mad Wajib Muttashil adalah apabila ada huruf mad bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata, maka harus panjang 5 (lima) harkat.
Contohnya :
إذاجآء , سوء
- Mad Jaiz Munfashil (
ﺠاﺌﺯ ﻤﻨﻓﺻل )
Jiaz artinya : boleh, Munfashil artinya : di luar kata
Mad Jaiz Munfashil adalah apabila ada huruf mad bertemu dengan huruf hamzah di lain (luar) kata, maka dibaca panjangnya boleh 2, 4 atau 6 harkat.
Contohnya :
مآ أنزل , يأيّها- Mad ‘Arid Lissukun ( ﻋاﺮﺾ ﻠﻠسّکوﻥ )
‘Arid artinya : barulah, Lissukun artinya : di matikan.
Mad ‘Arid Lissukun adalah apabila ada huruf mad bertemu dengan huruf hijaiyyah hidup pada akhir kalimat, maka cara bacanya dipanjangkan terlebih dahulu baru dimatikan.
Contohnya :
نستعين ۝, عزيزحکيم ۝
- Mad ‘Iwad (
عوادٌ )

‘Iwad artinya : membuang tanwin

Mad ‘Iwad adalah apabila ada fathah tain ( -
ً ) bertemu dengan huruf alif atau ya’ mati di akhir kalimat, maka cara bacanya dipanjangkan 2 harkat
Contohnya :
عليماحکيما۝, ﺛﻼﺛﺎ ﺛﻼ ﺛﺎ۝

No comments:

Post a Comment

Popular Posts Now